Saturday, April 15, 2006
Karena dipaksa pacar melihat profile seseorang di friendster, gue jadi mendapat ide untuk menulis. Oknum yang profilenya gue liat di fs itu adalah seseorang yang gemar tebar pesona di dunia maya. Hampir di setiap situs yang berkaitan dengan orang per orang, oknum ini selalu meninggalkan bekas. Bekas yang ditinggalkan itu entah testimonial, shout out atau comment tak penting.
Gue jadi teringat komentar teman gue mengenai orang seperti oknum ini. Komentarnya adalah: punya teman kok virtual! Gue tertawa sangat puas atas komentar itu. Bagi gue yang namanya berteman itu di dunia nyata, bukan di dunia maya. Namun karena dunia ini demokratis, maka gue harus menghargai pilihan oknum itu untuk berteman secara virtual. Mungkin kemampuan dia untuk berelasi baru sebatas virtual. Dunia maya tidak boleh lebih penting di banding dunia nyata, sebab kita hidup di dunia nyata. Dunia maya hanya dijadikan pelengkap dunia nyata, bukan sebaliknya. Apa yang terjadi di dunia maya belum tentu dapat terwujud di dunia nyata. Oleh karena itu, cobalah untuk membangun relasi sosial secara nyata, bukan virtual!
Jika apa yang gue lakukan sekarang dikatakan membangun relasi sosial secara virtual, gue mengakuinya. Tetapi gue menolak jika dikatakan dunia maya lebih menjadi prioritas bagi gue dibanding dunia nyata. Gue akan lebih senang memiliki 1 teman yang wujudnya nyata, di banding 1000 teman tetapi virtual.
posted by Nico @ 3:25 PM