Friday, March 31, 2006
Kata sebuah stasiun radio, orang di Jakarta sedang stress. Karena sedikit kesalahan, bisa ngamuk gak karu-karuan. Hal serupa terjadi pada gue di saat orang sedang Nyepi dan tenggelam dalam keheningan.
Begini ceritanya....
Pas libur nyepi kemarin, gue dan pacar pergi ke citos. Tujuannya sih pengen nyobain donat J. Co yang katanya enak. Karena gue sayang pacar, gue turutin deh kemauan dia. Ternyata setelah sampe di citos, orang telah mengantri sangat panjang untuk membeli donat itu. Antriannya melebihi antrian sembako waktu zaman penjajahan dan zaman operasi pasar tahun 1998. Gila... panjangnya amit- amit, serasa itu donat gratisan. Melihat fenomena alam yang demikian, kami memutuskan tidak jadi membeli dan memilih makan di sebuah kafe.
Sewaktu hendak pulang, antrian di tempat donat itu jauh berkurang dan timbul keinginan untuk membeli. Ternyata perkiraan itu keliru. Sama kelirunya seperti fatamorgana di gurun pasir. Namun kami memutuskan tetap membeli.
Singkat cerita, kami antri kurang lebih satu jam. Saat mendapat giliran memesan, kami memesan 1 lusin donat. Ada donat yang pacar gue pengen, tapi abis. Bisa pesen gak? Ternyata bisa. Ya udah gue pesen. Gak lama, donatnya dateng. Gue minta untuk masukin donat itu ke kotak gue. Katanya gak bisa, soalnya buat yang ngantri di depan. Oke... gue bisa terima. 5 detik kemudian, gue lihat pelayan yang lain mengambil donat itu dan memasukkannya ke kotak orang yang ngantrinya di belakang gue. Kontan gue protes. Gue bilang "Kenapa saya gak boleh, tapi orang di belakang saya boleh? Apa bedanya orang di belakang saya sama saya?" Pelayannya tetap bilang itu untuk orang di depan. Pacar menyuruh saya tenang.
Sambil mengantri untuk membayar, donat jenis lain muncul. Pacar pengen ganti. Pacar bilang sama pelayannya, "Mbak.. kotak saya no 13..." Belum selesai dia bicara, si pelayan berkata, "Maaf mbak, bayarnya di kasir depan." Gue dan pacar hanya bisa terdiam kaget. Pacar mencoba lagi dengan pelayan berikutnya, "Mbak... saya mau ganti donat saya." Si pelayan berkata "Sebentar ya." Perkataan sebentar itu tak ditindaklanjuti, si pelayan malah memindahkan donat yang baru jadi ke etalase. Kesal dengan semua perlakuan tadi, setelah membayar kami memutuskan untuk berbicara dengan manager toko.
Kami bertanya. "Mana manager kamu?" Si pelayan berkata, "Ada keperluan apa ya?" Pacar bilang, "Bukan urusan kamu! Mana manager kamu?"
Sang manager pun datang, emosi gue pun meledak.
"Ada apa ya mas?" Gue bilang, "Saya tidak terima dengan perlakuan pelayan anda terhadap saya." Managernya bilang, "Perlakuan apa ya mas?" Lalu gue kasih tau semua kejadian tadi. Managernya bilang, "Maaf ya mas, 100% kesalahan ada pada kami. Bisa saya ambilkan donat yang kurang?" Gue bilang, "Gak usah. Saya menyesal mengantri segini lama dan mendapatkan pelayanan yang begitu buruk." Setelah permintaan maaf sejuta akhirnya perdamaian pun dicapai. Gue dan pacar keluar dari tempat itu serasa bintang tamu yang baru turun dari panggung karena diliatin orang se J. Co.
Sungguh sebuah pengalaman yang tak ingin diulangi lagi......
posted by Nico @ 7:20 PM